RINGKASAN EKSEKUTIF
Kabupaten Garut
merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang terletak di sebelah
timur. Sejak zaman Belanda, Kabupaten Garut dikenal sebagai daerah peristirahatan
dengan keindahan alam yang didominasi oleh perkebunan teh, sehingga Kabupaten
Garut hingga saat ini menjadi salah satu tempat tujuan wisata. Selain potensi
wisata, potensi pertanian di Kabupaten Garut, sangat besar, karena didukung
oleh tanah yang sangat subur, dimana Kabupaten Garut berada pada daerah
vulkanik. Potensi pertanian yang cukup besar di Kabupaten Garut, diantaranya
adalah tanaman jagung dan padi. Selain potensi pertanian, Kabupaten Garut juga
terkenal sebagai penghasil ternak, diantaranya adalah sapi dan domba. Banyaknya
populasi hewan ternak sapi dan domba memunculkan salah satu peluang investasi ,
yaitu pakan ternak.
Kebutuhan pakan
ternak di Kabupaten Garut dan sekitarnya saat ini disediakan oleh pabrik di
daerah Jabotabek dan Sumatera. Hal ini menyebabkan harga pakan yang tinggi dan
mengakibatkan harga ternak juga terus meningkat. Peluang tersebut cukup baik,
karena kebutuhan pakan ternak yang terus meningkat tidak hanya di Kabupaten
Garut tetapi juga di kabupaten lainnya, seperti Tasikmalaya dan Ciamis.
Analisis
finansial untuk usaha pakan ternak adalah sebagai berikut :
|
Uraian
|
Nilai
|
Satuan
|
|
Volume Produksi Pakan
|
30,000
|
kg/hari
|
|
Harga Jual Pakan
|
2,000
|
Rp/kg
|
|
Net Profit (20%)
|
12,000,000
|
Rp/hari
|
|
Asumsi hari produksi
|
365
|
hari/tahun
|
|
Pendapatan bersih per tahun
|
4,380,000,000
|
Rp/tahun
|
|
Investasi
|
11,616,600,000
|
Rp.
|
|
Payback Period
|
2.65
|
tahun
|
|
IRR
|
38
|
Persen
|
|
NPV
|
5,111,763,883.5
|
Rp.
|
|
Profitability Index
|
3.34
|
|
I.
GAMBARAN
UMUM DAERAH
Kabupaten Garut
terletak di Provinsi Jawa Barat bagian Tenggara pada koordinat 6º56'49 - 7º45'00 Lintang Selatan dan
107º25'8 - 108º7'30 Bujur Timur. Terdiri atas 42 kecamatan, yang dibagi lagi
atas 424 desa dan 21 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Tarogong Kidul. Kabupaten Garut
yang secara geografis berdekatan dengan Kota Bandung sebagai ibukota provinsi
Jawa Barat, merupakan daerah penyangga dan hinterland
bagi pengembangan wilayah Bandung Raya.
Kabupaten Garut memiliki luas wilayah administratif
sebesar 306.519 Ha (3.065,19 km²) dengan batas-batas sebagai berikut :
Utara : Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang
Timur : Kabupaten Tasikmalaya
Selatan : Samudera Hindia
Barat : Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur
Kabupaten Garut yang secara
geografis berdekatan dengan Kota Bandung sebagai ibukota provinsi Jawa Barat,
merupakan daerah penyangga dan hinterland
bagi pengembangan wilayah Bandung Raya. Oleh karena itu, Kabupaten Garut
mempunyai kedudukan strategis dalam memasok kebutuhan warga Kota dan Kabupaten
Bandung sekaligus pula berperan di dalam mengendalikan keseimbangan lingkungan.

Gambar 1. Peta
Administrasi Wilayah Kabupaten
Bentang alam
Kabupaten Garut Bagian Utara terdiri dari atas tiga jenis, yaitu :
a.
dataran dan cekungan antar gunung berbentuk tapal kuda membuka ke arah utara,
b.
rangkaian-rangkaian
gunung api aktif yang mengelilingi dataran dan cekungan antar gunung, seperti
komplek G. Guntur - G. Haruman - G. Kamojang di sebelah barat, G. Papandayan - G. Cikuray di sebelah
selatan tenggara, dan G. Cikuray - G. Talagabodas
- G. Galunggung di sebelah timur,
c.
Bentang alam di sebelah Selatan terdiri dari
dataran dan hamparan pesisir pantai dengan garis pantai sepanjang 80 Km.
Secara umum iklim di wilayah
Kabupaten Garut dapat dikategorikan sebagai daerah beriklim tropis basah (humid tropical climate). Curah hujan
rata-rata tahunan di sekitar Garut berkisar antara 2.589 mm dengan bulan basah
9 bulan dan bulan kering 3 bulan, sedangkan di sekeliling daerah pegunungan
mencapai 3500-4000 mm. Variasi temperature bulanan berkisar
antara 240C
- 270C. Besaran angka
penguap keringatan (evapotranspirasi) menurut
Iwaco-Waseco (1991) adalah 1572 mm/tahun.
II. KEPENDUDUKAN
DAN TENAGA KERJA
Jumlah penduduk di Kabupaten Garut pada
tahun 2013 sebanyak 2.485.732 jiwa
yang terdiri dari 1.257.451 laki-laki dan 1.228.281 perempuan. Kepadatan
penduduk terbesar adalah 5.925 jiwa/km2 di Kecamatan Tarogong Kidul yang merupakan
pusat pemerintahan dan perdagangan, sedangkan kepadatan terendah adalah di
Kecamatan Pamulihah yaitu 135 jiwa/km2.
Berdasarkan Suseda pada tahun 2012,
penduduk usia kerja adalah sebanyak 1.665.506 jiwa dengan jumlah angkatan kerja
sebanyak 1.000.365 jiwa. Tingkat pengangguran sebanyak 6,38 %, atau sekitar
63.000 jiwa. Latar belakang pendidikan pencari kerja di Kabupaten Garut pada
tahun 2012 dari total 18.695 pencari kerja, adalah sebagai berikut : SD 837
orang (4,47 persen), SLTP 1.823 orang (9,75%),
SLTA 8.208 orang (43,9%), Diploma I/II/III/ Akademi 5114 orang (27,3 %), dan
Sarjana 2.713 orang (14,51%).
III.
PEREKONOMIAN
LPE Kabupaten Garut pada tahun 2013
sebesar 4,82%. Angka tersebut tercatat merupakan capaian angka yang cukup
tinggi selama lebih dari satu dekade terakhir. Fenomena tersebut dipicu oleh
membaiknya kinerja pada sektor pertanian di Kabupaten Garut yang mampu tumbuh
sebesar 4,16%. Di samping itu sektor lainnya juga memperlihatkan perkembangan
yang positif, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor bangunan yang mampu
tumbuh 7,42%.
IV.
SARANA DAN PRASARANA
Panjang jalan di Kabupaten Garut
mencapai 4022,92 Km, yang terdiri dari 31,104 Km jalan nasional, 272,94 Km
jalan provinsi, 828,76 Km jalan kabupaten, dan 2.883 Km jalan desa.
Jumlah jembatan di Kabupaten Garut
mencapai 323 buah dengan total panjang sebesar 2.819,70 m. Sedangkan prasarana
irigasi/pengairan teknis sekunder adalah 1.150 m dan teknis tersier 4.500 m.
Beragam moda transportasi ada di
Kabupaten Garut karena Ibukota kabupaten Garut berada di jalur Jakarta-Garut-Tasikmalaya.
Moda transportasi darat dapat ditempuh dengan menggunakan bis AKAP jurusan
Garut-Jakarta, atau AKDP jurusan Bandung-Garut. Selain bis, moda transportasi
darat lainnya adalah menggunakan kereta api jurusan Jakarta-Kutoarjo yang berhenti di stasiun Cibatu dan stasiun
Leles. Sedangkan untuk transportasi di dalam
kota, moda yang dapat digunakan adalah angkutan kota. Saat ini belum tersedia
taksi argo di Kabupaten Garut.
Terdapat 88 kantor Bank Umum yang
terdapat di Kabupaten Garut. Kantor Bank Umum tersebut terdiri dari Bank
Pemerintah, Bank Swasta, Bank Daerah dan BPR. Sebagian besar kantor Bank Umum
terdapat di kota, yaitu di Kecamatan Tarogong Kidul dan Garut Kota, sedangkan
Bank Umum yang membuka cabang di seluruh kecamatan adalah Bank Rakyat
Indonesia.
Di sisi layanan kesehatan, terdapat
5 rumah sakit, yang terdiri dari 2 rumah sakit umum daerah, dan 3 rumah sakit
umum swasta. Rumah sakit umum daerah terdapat di Kecamatan Tarogong dan
Kecamatan Pameungpeuk.
Mencari penginapan di Kabupaten
Garut tidaklah sulit. Berdasarkan data dari BPS, tahun 2012 terdapat 102
penginapan di 10 kecamatan. Jumlah penginapan terbanyak adalah di Kecamatan
Tarogong Kidul.
V.
POLA
RUANG WILAYAH KABUPATEN GARUT
Rencana pola ruang wilayah kabupaten
Garut merupakan rencana distribusi peruntukan ruang dalam wilayah kabupaten
yang meliputi rencana peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan fungsi
budidaya. Rencana peruntukan kawasan lindung merupakan kawasan yang tidak dapat
dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi. Rencana kawasan budidaya
merupakan kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi dan
investasi.
Kawasan
hutan lindung di Kabupaten
Garut terdiri dari beberapa kawasan, antara lain :
1. Kawasan
hutan lindung dengan luas 75.928,37
hektar terletak di seluruh kecamatan;
2. Kawasan
konservasi, meliputi :
a. kawasan
cagar alam, seluas 11.479,57 ha
b. kawasan
cagar alam laut seluas 1.150 ha
c. kawasan
taman wisata alam seluas 831,31 ha
d. kawasan
taman buru seluas 2.471,92 ha
Adapum rencana penggunaan lahan kawasan budidaya di
Kabupaten Garut dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel
1.
Rencana
Penggunaan Lahan Kawasan Budidaya
|
Peruntukkan
|
Luasan
(ha)
|
|
Pertanian
|
136.215
|
|
Perkebunan
|
56.940
|
|
Peternakan
|
42.000
|
|
Perikanan
(KJA)*
|
28035
|
|
Agropolitan
|
Tidak
dialokasikan
|
|
Kawasan Non
Pertanian
|
|
|
Perkotaan
|
6.271
|
|
Pedesaan
|
10.416
|
Kawasan Wisata Di seluruh kecamatan
Kawasan Galian Berada
di kecamatan tertentu Agroforest
Hutan
Rakyat 44.410
Hutan Produksi
terbatas 5416
VI.
POTENSI
INVESTASI
Ø Potensi
Pertanian
Sektor
pertanian ini dijadikan andalan Kabupatan Garut agar mendapat peluang mendorong
roda ekonomi Garut khususnya, juga bisa turut andil dalam perkonomian Jawa
Barat.
Tabel 2.
Kapasitas Produksi Pangan Kabupaten Garut
2013
|
No
|
Komoditi
|
Produksi
(Ton)
|
Luas (Ha)
|
|
A
|
Padi
|
|
|
|
1.
|
Padi Sawah
|
936.247
|
136.407
|
|
2.
|
Padi Gogo
|
128.606
|
30.176
|
|
|
Jumlah Padi
|
1.064.853
|
166.583
|
|
B
|
Palawija
|
|
|
|
1.
|
Jagung
|
559.741
|
76.790
|
|
2.
|
Kedelai
|
21.441
|
12.945
|
|
3.
|
Kacang Tanah
|
32.122
|
18.963
|
|
4.
|
Kacang Hijau
|
2.136
|
1.951
|
|
5.
|
Ubi Kayu
|
595.279
|
26.658
|
|
6.
|
Ubi Jalar
|
100.750
|
7.375
|
|
|
Jumlah Palawija
|
1.311.469
|
144.682
|
|
C
|
Sayuran
|
|
|
|
1
|
Bawang Merah
|
18.706
|
1.967
|
|
2
|
Bawang Putih
|
-
|
-
|
|
3
|
Bawang Daun
|
49.264
|
3.373
|
|
4
|
Kentang
|
161.073
|
7.121
|
|
5
|
Kubis
|
167.085
|
6.594
|
|
6
|
Kembang kol
|
2.403
|
157
|
|
7
|
Petsay
|
58.018
|
2.797
|
|
8
|
Wortel
|
40.511
|
1.941
|
|
9
|
Lobak
|
0
|
-
|
|
10
|
Kacang Merah
|
41.835
|
4.799
|
|
11
|
Kacang Panjang
|
15.660
|
1.146
|
|
12
|
Jamur
|
0
|
-
|
|
13
|
Cabe Besar
|
107.337
|
5.923
|
|
14
|
Cabe Rawit
|
37.148
|
2.439
|
|
15
|
Tomat
|
141.830
|
4.337
|
|
16
|
Terong
|
23.238
|
936
|
|
17
|
Buncis
|
19.564
|
1.181
|
|
18
|
Timun
|
18.605
|
1.099
|
|
19
|
Labu Siam
|
14.753
|
321
|
|
20
|
Kangkung
|
5.158
|
371
|
|
21
|
Bayem
|
2.205
|
220
|
|
|
Jml. Sayuran
|
924.393
|
46.716
|
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten
Garut, 2013
Ø Potensi Peternakan
Kabupaten Garut memiliki potensi peternakan yang sangat
baik. Produk unggulan peternakan Kabupaten Garut adalah Domba dan kambing. Luas
lahan penggembalaan di Kabupaten Garut kurang lebih mencapai 2.651,65 Ha yang menghasilkan
produksi pakan ternak sebanyak 93.187,08 Ton, sehingga
produktivitas lahan penggembalaan dalam menghasilkan pakan sebesar 28,29 Ton/Ha.
Pencapaian populasi ternak Kabupaten Garut apabila
dibandingkan dengan tahun 2012, rata- rata mengalami pertumbuhan antara 0,2%
sampai dengan 18,66%, kecuali pada populasi itik. Peningkatan pertumbuhan
populasi tersebut diperoleh antara lain melalui fasilitasi program pengembangan
ternak dan breeding, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah, peternak maupun
swasta. Adapun, jumlah populasi dan kapasitas produksi ternak besar dan unggas
di Kabupaten Garut diuraikan dalam tabel di bawah ini
Tabel 3.
Jumlah Populasi dan Kapasitas Produksi
Ternak Kabupaten Garut Tahun 2013
|
Jenis Ternak
|
Jumlah Populasi (Ekor)
|
Produksi
|
||||
|
Daging (kg)
|
Kulit (Lbr)
|
Susu (Ltr)
|
Telur (Kg)
|
|||
|
Ternak Besar
|
Sapi Perah
|
20.160
|
2.604,252
|
96,400
|
21.631.469
|
-
|
|
Sapi Potong
|
31.074
|
-
|
-
|
|||
|
Kerbau
|
13.556
|
807,367
|
3,260
|
-
|
-
|
|
|
Kuda
|
84
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
|
Domba
|
1.126.976
|
184.827
|
21,720
|
-
|
-
|
|
|
Kambing
|
84.646
|
170.820
|
-
|
-
|
-
|
|
|
Jumlah
|
1.276.496
|
3.767.266
|
121,380
|
21.631.469
|
0
|
|
|
Unggas
|
Itik
|
242.581
|
164.500
|
-
|
-
|
2.159,437
|
|
Ayam Buras
|
1.553.380
|
1.328.114
|
-
|
-
|
2.401,196
|
|
|
Ayam Ras
Pedaging
|
553.892
|
2.392.553
|
-
|
-
|
-
|
|
|
Ayam Ras
Petelur
|
-
|
-
|
-
|
-
|
||
|
Jumlah
|
2.349.853
|
3.885.167
|
0
|
0
|
4.560.633
|
|
|
Jumlah
|
3.626.349
|
7.652.433
|
121,380
|
21.631.469
|
4.560.633
|
|
Sumber : Dinas Peternakan,
Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut, 2013
Ø Potensi
Perkebunan
Potensi perkebunan di Kabupaten Garut cukup besar. Luas
perkebunan di Kabupaten Garut pada tahun 2013 mencapai 46.323.00 Ha, yang
terbagi atas tanaman perkebunan rakyat 30.282.00 Ha , perkebunan besar negara
(PTPN 8 Persero) sebesar 8.438.00 Ha dan perkebunan besar swasta (PBS) sebesar 7.603 Ha.
Perkembangan produksi perkebunan rakyat dapat dilihat dari
luas areal dan produksi dari berbagai komoditi yang dibudidayakan serta ikut
andil dalam menopang perekonomian masyarakat. Komoditas yang banyak
dibudidayakan oleh masyarakat ada 24 jenis, dan komoditas perkebunan besar
terdiri dari : teh, karet, kakao, kina dan kelapa sawit.
Kelembagaan
usaha tani di Kabupaten Garut pada tahun 2013 terdiri dari 738 buah Kelompok
Tani, 5 buah Koperasi, 2 buah Asosiasi, 10 buah KUB, 14 orang penangkar
benih/bibit, dan 78 unit Penyuling. Sebagai ilustrasi, tenaga kerja yang
terlibat dalam perkebunan besar tercatat 12.767
orang yang terdiri
dari 142 orang
tenaga kantor, 1.228
orang tenaga
kerja bulanan, dan 3.264 orang tenaga kerja harian tetap, 3.930 orang tenaga
harian lepas dan 4.203 orang tenaga kerja musiman.
Tabel
4.
Perkembangan Produksi 10 Komoditas Unggulan Perkebunan, 2012 - 2013
|
No
|
Komoditas
|
Produksi Tahun
|
+/- (%)
|
|
|
2012
|
2013
|
|||
|
1
|
Teh
|
4.929,00
|
4.937,00
|
0,16
|
|
2
|
Tebu
|
1.696,00
|
1.979,00
|
16,69
|
|
3
|
Karet
|
141,00
|
144,00
|
2,13
|
|
4
|
Tembakau
|
3.480,00
|
3.507,00
|
0,78
|
|
5
|
Kopi
|
1.635,00
|
1.685,00
|
3,06
|
|
6
|
Akarwangi
|
75.00
|
75.30
|
0,4
|
|
|
Jumlah
|
11.635.60
|
12.327.30
|
23,22
|
Sumber : Dinas Perkebunan Kab. Garut Tahun 2013
Ø Potensi Perikanan
Kabupaten Garut memiliki potensi
perikanan air tawar sebesar 26.339 Ha, mencakup perikanan budidaya dan perikanan
tangkap di perairan kolam (kolam air tenang), kolam air deras, mina padi,
perairan umum seperti danau/rawa seluas 258 ha, sungai 1.290,29 Km. Potensi
budidaya air payau berupa calon areal tambak seluas kurang lebih 22.000 Ha.
Potensi perikanan di Kabupaten Garut digambarkan dalam tabel berikut ini :
Tabel 5.
Potensi Perikanan
Budidaya Kabupaten Garut
|
Jenis
Kegiatan
|
Areal
|
Lokasi
|
Produksi
|
|
|
Tersedia
|
Diusahakan
|
|||
|
Perikanan
Budidaya
|
||||
|
a. Kolam
|
|
|
|
|
|
· Pembesaran
· Pembenihan
· Kolam
Air Deras
|
3.500
ha 500 ha
1 ha
|
3.067,47 ha
1-
67 unit
|
(42 Kec.)
40 Kec.
(15 Kec.)
|
20.1224,15
ton/th
-
803,40 ton/th
|
|
b. Tambak
|
|
|
|
|
|
· Udang
· Minapadi
|
1000 ha
21.000 ha
|
26,24 ha
8.530,46 ha
|
(6 Kec.)
(40 Kec.)
|
314,93 ton/th
18.477,66 /th
|
|
Perikanan Tangkap
|
||||
|
a. Danau/Situ/Rawa
|
258 ha
|
258 ha
|
20 Kec.
|
|
|
b. Sungai
|
1.290,3 km
|
-
|
(16 Kec.)
|
|
|
c. Laut
|
80
|
-
|
6 Kec
|
|
Sumber:
Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut, 2013
Ø
Potensi Energi
Panas Bumi
Kabupaten Garut
memiliki potensi energi panas bumi cukup besar yang diperkirakan mencapai total
1045 MW(Mwe). Sumber energi panas bumi dapat dimanfaatkan baik secara langsung
maupun tidak langsung. Sebagai energi terbarukan, panas bumi dapat diandalkan
sebagai pasokan jangka panjang. Disamping pembangkit tenaga listrik, energi ini
dapat dimanfaatkan untuk pengeringan hasil pertanian, pengawetan hasil
perikanan dan pariwisata. Pengusahaan secara komersial pemanfaatan langsung
baru sebatas untuk terapi dan rekreasi seperti di Cipanas, sedangkan
pemanfaatan tidak langsung untuk pembangkit listrik baru dikembangkan di daerah
Darajat (350 MW).
Tabel 6.
Potensi
Pengembangan Energi Panas Bumi di Kabupaten Garut
|
No
|
Lokasi
|
Install
PLTP
(Mwe)
|
Energy Potensial
|
|||||
|
Resources
(Sumber Daya)
|
Reserve
(Cadangan)
|
Total
|
||||||
|
Speculative
|
Hypothetic
|
Possible
|
Probable
|
Proven
|
||||
|
1
|
Cilayu
|
-
|
100
|
-
|
-
|
-
|
-
|
100
|
|
2
|
Ciarinem
|
-
|
25
|
-
|
-
|
-
|
-
|
25
|
|
3
|
G. Papandayan
|
-
|
225
|
-
|
-
|
-
|
-
|
225
|
|
4
|
G. Guntur Masigit
|
-
|
-
|
|
70
|
-
|
-
|
70
|
|
5
|
Darajat
|
125
|
-
|
|
-
|
70
|
280
|
350
|
|
6
|
G. Talaga Bodas
|
-
|
-
|
75
|
120
|
80
|
-
|
275
|
|
TOTAL
|
125
|
425
|
620
|
1045
|
||||
Sumber : Dinas SDAP Kabupaten Garut, dalam www.garutkab.go.id
Ø Potensi PLTMH
Selain energi panas
bumi, potensi energi lainnya adalah energi sumber daya air sungai, dalam dengan
menggunakan mikro hidro. Lokasi sumber energi air diantaranya terdapat di
Cibatarua kecamatan Pamulihan, Cirompang kecamatan Bungbulang dan Cimerak
kecamatan Cibalong dengan kapasitas antara 19,57 kW- 277,5 kW.
Ø Potensi Industri
Beberapa sektor industri memiliki
potensi yang cukup besar di Kabupaten Garut, diantaranya adalah tekstil dan
produk tekstil, penyamakan kulit, alas kaki serta industri makanan. Hanya saja
saat ini, berdasarkan Perda No 29 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah, kawasan peruntukkan yang tersedia adalah untuk industri kecil dan
menengah.
VII.
PELUANG INVESTASI
v Deskripsi
Peluang Investasi
Terdapat banyak potensi investasi
yang prospektif untuk dikembangkan di Kabupaten Garut pada berbagai sektor
usaha, namun berdasarkan kesepakatan diskusi dipilih peluang investasi pabrik
pakan ternak ruminansia
yang disusun ke
dalam profil investasi.
Pilihan tersebut bukan
mengindikasikan bahwa peluang ini yang paling prospektif, tetapi semata – mata
karena pertimbangan sebagai berikut:
« Masyarakat dan pelaku usaha telah siap menerima investasi
sehingga proses inisiasi dapat berjalan dengan lancar serta memberikan dampak
positif bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.
« Para
pelaku usaha yang terlibat dalam investasi telah menguasai kebutuhan teknis
sehingga masalah teknis yang kemungkinan timbul dapat diantisipasi sejak awal
sehingga mereduksi resiko kegagalan akibat persoalan teknis.
« Investasi
yang dipilih bersifat fleksibel, modus operasi investasi dapat dinegosiasikan
sesuai dengan ketersediaan dana dan target pencapaian hasil.
Investasi pabrik pakan ternak, telah
banyak dinantikan oleh para pelaku usaha peternakan, dengan harapan mereka
menclapat harga lebih murah, dengan kualitas pakan yang memenuhi standar dalam
hal kadar nutrisi dan tingkat daya cernanya.
v Lokasi
Lokasi investasi yang direkomendasikan
adalah yang berdekatan dengan sentra usaha peternakan dan juga dekat dengan
sentra jagung sebagai bahan baku utama, selain itu aksesibilitas lokasi serta
kondisi lingkungan sekitar pabrik menjadi pertimbangan utama pemilihan lokasi.
Dibutuhkan investasi untuk pembelian
lahan dan pembuatan bangunan serta pembelian mesin produksi. Perhitungan
investasi dilakukan dengan menyesuaikan
kapasitas produksi yang akan
dipasang, dengan cara melakukan komparasi dengan perusahaan yang memiliki
kapasitas mesin yang relatif sama.
Berdasarkan Perda Nomor 29 tahun
2011 tentang RTRW Kabupaten Garut, kawasan peternakan adalah kawasan yang
secara khusus diperuntukan untuk kegiatan peternakan atau terpadu dengan
komponen usaha tani (berbasis tanaman pangan, perkebunan, hortikultura atau
perikanan) berorientasi ekonomi dan berakses dan hulu sampai hilir.
Untuk industri pengolahan pakan
ternak, Kecamatan Banyuresmi merupakan salah satu kawasan peternakan sehingga
lokasi pabrik yang diusulkan berada di Desa Mekarmukti Kecamatan Banyuresmi
Kabupaten Garut dengan koordinat lahan untuk pabrik pakan ternak adalah 7°
9'29.79“ LS dan 107°55'24.80“ BT.
v ANALISIS
FINANCIAL
|
Uraian
|
Nilai
|
Satuan
|
|
Volume Produksi Pakan
|
30,000
|
kg/hari
|
|
Harga Jual Pakan
|
2,000
|
Rp/kg
|
|
Net Profit (20%)
|
12,000,000
|
Rp/hari
|
|
Asumsi hari produksi
|
365
|
hari/tahun
|
|
Pendapatan bersih per tahun
|
4,380,000,000
|
Rp/tahun
|
|
Investasi
|
11,616,600,000
|
Rp
|
|
Payback Period
|
2.65
|
tahun
|
|
IRR
|
38
|
Persen
|
|
NPV
|
5,111,763,883.5
|
Rp
|
|
Profitability Index
|
3.34
|
|
v ANALISIS
KEBIJAKAN DAN KELEMBAGAAN PEMERINTAH
Mekanisme hubungan antar pihak
dalam rencana pengembangan pabrik pakan ternak , melibatkan pemerintah,
perbankan dan atau investor, petani jagung, dan kelompok peternak ayam ras,
dengan skema hubungan sebagai berikut :
F Pemerintah
melakukan pembinaan kepada para petani jagung, investor, pabrik pakan dan
peternak unggas agar mempunyai keterkaitan yang saling menguntungkan dalam
konsep pengembangan agribisnis terpadu.
F Petani
Jagung membuat MoU dengan pabrik pakan untuk mendapatkan order atau PO dengan
harga kontrak yang menguntungkan kedua belah
pihak.
F Peternak
membuat MoU dengan pabrik pakan untuk mendapatkan pasokan pakan dengan harga kontrak yang memberikan
keringanan cara pembayaran, sehingga petani tidak terbebani dengan modal yang
terlalu besar.
F Pabrik
pakan menampung seluruh hasil jagung petani jagung untuk diproses, dan
pembayarannya dilakukan sesuai dengan harga kontrak yang telah disepakati.
F Perbankan/investor
yang mendanai program, dengan pendanaan yang terintegrasi diharapkan resiko
kerugian akan dapat diminimalkan.
v PERMOHONAN
PERIJINAN DI KABUPATEN
Model I PMDN ,
dilengkapi :
« Akta
perusahaan / KTP bagi perorangan
« Salinan NPWP
« Proses
dan flowchart uraian produksi/kegiatan usaha
« Surat
kuasa apabila bukan ditandatangani direksi
Model I PMA, dilengkapi:
ü Peserta
Indonesia :
o
Akte Perusahaan
o
Salinan KTP apabila perorangan
o
Salinan NPWP
ü Peserta
Asing :
§ Akte Perusahaan
§ Salinan
Paspor apabila perorangan
§ Salinan
NPWP untuk PT PMA
§ Letter
of Power Attorney
§ Proses
dan Flowchart uraian produksi/kegiatan usaha
v PERIJINAN DI TINGKAT PUSAT
ü BKPM
(Badan Koordinasi Penanaman Modal) :
o Surat
Persetujuan Penanaman Modal/ SP-PMDN atau SP-PMA (khusus bagi penanam modal
dalam rangka PMDN dengan nilai investasi lebih besar dari Rp. 10 milyar dan PMA
dengan nilai investasi sampai dengan US$.100
juta).
o Surat
Persetujuan Presiden, yang ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat
Pemberitahuan tentang Persetujuan Presiden/SPP (khusus bagi penanam modal dalam
rangka PMA dengan nilai investasi lebih besar dari US$.100 juta).
o Surat
Persetujuan Pemberian Fasilitas atas Pengimporan Barang Modal/Bahan
Baku/Penolong (SP Pabean BB/PP) untuk pemberian fasilitas atas pengimporan bahan mesin/peralatan
o Angka
Pengenal Importir Terbatas (APIT) untuk mengimpor barang modal dan bahan baku
yang dibutuhkan
o Rencana
Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTK) untuk penggunaan Tenaga Kerja Asing
o
Izin Usaha Tetap (IUT)
ü BPN (Badan
Pertanahan Nasional) :
o Hak
Guna Usaha (HGU) yang luasnya lebih dari 200 Ha (dua ratus hektar)
v PERIJINAN
DI TINGKAT PROVINSI
ü BKPMD Jawa Barat :
o Surat
Persetujuan Penanaman Modal (khusus bagi penanam modal dalam rangka PMDN dengan
nilai investasi sampai dengan Rp. 10 milyar)
o Surat
Persetujuan Pemberian Fasilitas atas Pengimporan Barang Modal/Bahan Baku/Penolong
o Angka
Pengenal Importir Terbatas (APIT)
o Rencana
Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTK)
o Izin
Usaha Tetap (IUT)
o Izin
Tenaga Kerja Asing (IKTA)
ü PN
Provinsi Jawa Barat :
o Hak
Guna Bangunan (HGB) yang luasnya lebih dari 5 Ha (lima hektar)
o Hak
Guna Usaha (HGU) yang luasnya tidak lebih dari 200 Ha (duaratus hektar)
v PERIJINAN DI TINGKAT
KABUPATEN GARUT
F Izin
Lokasi oleh BAPPEDA Kabupaten Garut
F Pengesahan
site plan oleh BAPPEDA Kabupaten Garut
F Izin
Mendirikan Bangunan (IMB) oleh Dinas Bangunan dan Pemukiman Kabupaten Garut
F Izin Undang-Undang Gangguan (IUUG/HO) oleh Bagian Ekonomi
SETDA Kabupaten Garut
F Hak Guna
Bangunan (HGB) yang luasnya sampai dengan 5 Ha (lima hektar) oleh BPN Kab.Garut
F UPL/UKL/AMDAL
oleh Dinas Lingkungan Hidup KP Kabupaten Garut
v REALISASI
DI TINGKAT KABUPATEN GARUT
F Salinan
akta pendirian perusahaan dan pengesahannya
F Salinan IPPT
F Salinan IMB
F Salinan
Ijin Gangguan (HO)
F Salinan
Sertifikat Hak Atas Tanah
F LKPM
F RKL/RPL
atau UKL/UPL atau SPPL
F BAP
F Salinan SP
PMDN atau SP PMA dan perubahannya
v ANALISIS
SOSIAL BUDAYA DAN KEAMANAN
« Sikap
dan
kondisi
masyarakat Kabupaten Garut
pada umumnya berupaya mampu memenuhi
kebutuhannya untuk lebih
maju dengan mengandalkan
kemampuan mengelola
«
Segala potensi sumber daya yang ada dalam
pembangunan perekonomian, membangun kehidupan sosial dan budaya sesuai kearifan
lokal, membangun kepercayaan masyarakat (social
capital) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), sekaligus membangun
sikap takwa kepada Yang Maha Kuasa.
« Masyarakat
Kabupaten Garut juga amat menyadari bahwa roda perekonomian, politik, sosial
budaya dan sektor kehidupan lainnya, tidak akan berjalan dengan baik jika
tidak ditopang oleh keadaan masyarakat
yang tentram dan tertib. Untuk itu
maka peningkatan kesadaran dan kewaspadaan dini masyarakat terhadap ancaman
gangguan terus didorong dan ditingkatkan oleh semua pihak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar